Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Yenny Sucipto mengkritik kinerja anggaran 2016, yang tidak mengelola penerimaan negara dengan baik, sehingga APBN menjadi rapuh. Disisi lain pemerintah memaksakan untuk pembangunan proyek infrastruktur yang ambisius.

“Ada kebijakan-kebijakan yang mengarah untuk membuka kran utang karena sempitnya ruang fiskal kita. Pembangunan infrastruktur begitu luar biasa, dan disis lain penanganan buruk dari pemerintah dalam hal ini Kemenkeu terjadi. Mengapa tidak meningkatkan penerimaan dari yang hilang akibat praktek kotor selama ini di sektor pertambangan misalnya,” kata Yenny Sucipto dalam jumpa pers bertema ‘Evaluasi Kinerja Anggaran 2016, Proyeksi Tata Kelola APBN 2016 dan Ekonomi Kedepan’ di Kedai Tjikini, Jakarta Pusat, kemarin.

Dia menyoroti Tax Amnesty yang begitu diharapkan dapat menolong dalam aspek pemasukan negara. Dan ternyata masih belum sesuai yang diharapkan. Disisi lain setiap tahunnya negara kita telah kehilangan pendapatan di sektor pertambangan, karena permainan elit, per tahunnya bisa mencapai Rp 135-150 triliun.

“Mengapa yang dari sektor pertambangan ini tidak dibenahi. Ini sudah ada temuannya BPK. Padahal sektor ini sangat berdampak besar pada kerugian negara, karena sektor ini seharusnya menjadi andalan pemerintah dalam memberikan kontribusi pada APBN. Saya khawatir bila banyak hal yang tidak dibenahi, lalu kita mengandalkan Tax Amnesty, ternyata tidak bisa menunjang pembangunan infrastruktur yang ambisius, maka ujung-ujungnya kita menambah hutang,” papar Yenny.

Menurut dia, penerimaan negara bukan pajak dan penerimaan sumber daya alam baru sebesar 33,1 persen. Ditambah lagi terdapat 60 persen perusahaan asing di Indonesia yang tidak membayar royalti. Kondisi ini seharusnya bisa dibenahi untuk meningkatkan income pemerintah. Yenny juga menyoroti langkah pemerintah yang selain berhutang kepada lembaga keuangan dunia atau negara lain, yang mana dikhawatirkan pemerintah akan lebih mengarahkan BUMN untuk ikut berhutang.

Sumber : http://berita.suaramerdeka.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *