Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo membuka acara peluncuran hasil Local Budget Study dan Portal Info Anggaran oleh Forum Indonesia Transparansi Anggaran (FITRA). Mendagri mendukung hasil penelitian yang dilakukan oleh lembaga survei FITRA tersebut.

FITRA adalah organisasi yang bergerak dalam bidang kontrol sosial untuk transparansi proses-proses penganggaran Negara. Organisasi ini bersifat otonom, non profit (nirlaba), dalam melaksanakan gerakannya bersifat independen.

Mendagri turut mengucapkan terima kasih atas peluncuran (launching) hasil survei yang dilakukan oleh FITRA sehingga adanya evaluasi terhadap pemerintah daerah terkait dengan transparansi anggaran.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan launching hari ini, saya kira FITRA telah turut serta membantu pemerintah dalam mengevaluasi anggaran untuk terwujudnya keterbukaan (transparansi),” ujar Tjahjo dalam acara Launching Hasil Local Budget Study dan Portal Info Anggaran, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis, (16/3).

Mendagri menyebutkan adanya model transparansi, dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan saran untuk sejumlah kepala daerah. Kepala daerah menurut Tjahjo harus mampu beradaptasi terhadap kondisi daerah apalagi untuk menyangkut anggaran.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal FITRA Yenny Sucipto mengungkapkan sejak tahun 2008 pihaknya telah melakukan penelitian terhadap 200 hingga 300 kabupaten kota terkait dengan evaluasi pengelolaan transparansi anggaran pemerintah daerah.

Dia juga menyampaikan pengelolaan keuangan di daerah juga harus dibarengi dengan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan juga transparan. Apalagi terkait dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Bicara soal APBN dan APBD itu adalah instrumen kesejahteraan rakyat dan memakmurkan rakyat,” tutur dia.

Sumber : http://www.kemendagri.go.id/news/2017/03/16/buka-acara-local-budget-study-mendagri-dukung-transparansi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *