Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Yenny Sucipto mendorong sistem yang transparan dan akuntabilitas dalam pembahasan atau implementasi proyek-proyek pemerintah. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kebocoran anggaran negara.

“Kuncinya hanya satu, bangun sistem transparansi dan akuntabilitas dalam pembahasan anggaran negara sehingga lebih terbuka dan bisa dikontrol publik,” ujar Yenny di Jakarta, Selasa (19/1).

Yenny menilai sejumlah korupsi terjadi karena sistem pembahasan anggaran negara dan proyek-proyek pemerintah dengan DPR dilakukan di ruang tertutup. Dalam ruang tertutup ini, terjadi tawar-menawar dan suap-menyuap. “Karena itu, perlu transparansi dalam proses pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan implementasi proyek negara sehingga dapat diinformasikan ke publik, dan publik dapat mengontrolnya,” jelas dia.

Yenny mengakui bahwa dari segi regulasi, sistem transparansi ini sudah ada. Namun, yang dibutuhkan adalah tataran implementasinya. “Hal ini menjadi tanggung jawab kementerian dan lembaga untuk menjalankan Nawa Cita kedua yakni mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. Pimpinan kementerian dan lembaga harus bisa menerjemahkan hal ini,” pungkas dia.

Sumber : http://www.beritasatu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *