img_1983Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan dan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) sebagai tuan rumah telah berhasil menyelenggarakan kegiatan Regional Meeting Global Initiative for Fiscal Transparency (GIFT) yang bertajuk bertajuk “Fiscal Transparency Portals: “Dialogue for a Friendly and Meaningful Outcome”. Acara dengan dukungan dari Ford Foundation dan Bank Dunia ini dilaksakan pada tanggal 13-14 September 2016 lalu di ruang Dhanapala gedung Soetikno Slamet, Kemenkeu.

Acara ini dihadiri oleh pemerintahan sebagai pengambil kebijakan maupun LSM sebagai bagian dari masyarakat dari berbagai negara, antara lain Afrika Selatan, Vietnam, Meksiko, Brazil, Uruguay. Pejabat penting dari organisasi internasional sekaligus memberikan sambutan dan apresiasi senada, antara lain Juan Pablo Guerrero (Network Director of GIFT), Richard Bon Moya (Former Under Secretary, Department of Budget and Management Phillipines) serta Rodrigo Chaves (Country Director of the World Bank). Acara tersebut dilanjutkan dengan presentasi studi kasus mengenai implementasi dari “Fiscal Transparency Portal” sebagai bagian dari pelaksanaan “Open Government” di Meksiko dan Brazil.

Puncak dari acara ini adalah Soft launching open data APBN, www.data-apbn.kemenkeu.go.id. Soft Launching tersebut dilakukan oleh Prof. Mardiasmo selaku Wakil Menteri Keuangan dan disaksikan salah satunya oleh Sekjen FITRA, Yenny Sucipto. Mardiasmo menyatakan ” Bahwa sekarang masyarakat dengan dimotori oleh para generasi muda yang lebih melek teknologi sudah mulai paham bagaimana pemerintahan bekerja termasuk dalam proses penyusunan anggaran.”

Mardiasmo juga menyatakan harapannya agar dengan terobosan kecil ini, masyarakat mulai tergerak untuk berpartisipasi aktif dalam proses jalannya pemerintahan serta senantiasa memberikan masukan dan koreksi kepada pemerintah demi terwujudnya aspirasi secara keseluruhan.

Yenny Sucipto selaku Sekjen FITRA menanggapi positif soft launching tersebut, ” FITRA sebagai bagian dari masyarakat sipil mengapresiasi sotf launching open data APBN ini sebagai babak baru transparansi anggaran di Indonesia. Harapannya bukan hanya Kemenkeu, tetapi seluruh Kementerian/Lembaga (K/L) juga melakukan hal yang sama”.

Yenny berharap, setelah soft launching ini konten substansi, update data dan informasi akan terus ditampilkan oleh portal tersebut. Sosialisai juga perlu dilakukan agar masyarakat lebih berpartisipasi dalam pengembangan portalnya untuk mendorong open goverment khususnya anggaran negara di Indonesia.

Setelah acara di Indonesia ini, bulan Desember 2016 pertemuan GIFT akan dilaksanakan di Paris dengan agenda menyampaikan progres dari masing masing negara dalam inplementasi open government.

Jakarta, 5 Oktober 2016

(Fin/AW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *