Meski pemerintah mengalokasikan 20% anggaran dari apbn. Namun pelaksaannya belum maksimal. Staf knowlege management seknas Fitra betta anugrah di dalam konfresi press di bakoel kopi (16/4) menyatakan 20% apbn yang dicanangkan pemerintah masih belum efektif, berdasarkan hasil riset seknas Fitra di 70 daerah seIndonesia. 70% alokasi anggaran pendidikan dihabiskan pada belanja tidak langsung (gaji pegawai) dan sisanya 30% baru untuk belanja langsung (belanja program).

Senada dengan Betta, Hendrik peneliti Yappika menyatakan pendidikan di Indonesia mengalami defisit infrastruktur, hampir 70 % rasio Kurang ruang kelas yg rusak. Lebih lanjut menurut hendrik jika persoalan infrastructure pendidikan ini tidak dibenahi, maka Indonesia gagal mendapat bonus demografi.

Sedangkan menurut Lukman Hakim peneliti article 33, pemerintah gagal menyediakan akses pendidikan yang layak. Lebih lanjut menurut lukman Hasil riset article 33 menyatakan 40% keluarga miskin tetap menjadi miskin karena mereka tidak mendapat pendidikan yang layak. Oleh karena itu, tugas negara memastikan anak miskin bersekolah di sekolah yang bagus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *