Jakarta, 14 Januari 2019

php_zu337_resized

Langkah kepoli­sian republik Indonesia mem­bentuk tim gabungan untuk mengusut teror terhadap pimpinan dan penyidik Komi­si Pemberantasan Korupsi (KPK). Diharapkan dengan dibentuknya tim gabungan, serangkaian kasus teror mulai dari teror terhadap pimpinan KPK dan teror terhadap salah satu penyidiknya, Novel Bas­wedan bisa terungkap.

Sekjen Sekretariat Nasi­onal Forum Indonesia untuk Transparasi Anggaran (Seknas FITRA), Misbah Hasan men­gatakan itu di Jakarta, Minggu (13/1). Menurut Misbah, teror bom yang terjadi di kediaman pimpinan KPK Agus Rahardjo dan Laode M. Syarif pada tang­gal 9 Januari 2019 tidak bisa dibiarkan berlarut. Karena kalau dibiarkan, tak secepat­nya diungkapkan siapa dibalik teror tersebut, bisa mengham­bat proses pemberantasan korupsi. Bahkan mencederai demokrasi di Indonesia.

“Tapi kami Seknas FITRA, mengapresiasi kepolisian yang langsung membentuk tim bersama atau tim gabun­gan yang terdiri dari unsur Polri, Densus 88, dan KPK un­tuk menyelidiki pelaku teror bom di kediaman pimpinan KPK tersebut,” kata Misbah.

Sementara itu, Wasanti Peneliti Fitra menambah­kan, dengan dibentuknya tim gabungan itu, kasus teror ha­rusnya bisa cepat diungkap­kan. Karena itu ia mendesak­pihak kepolisian untuk segera menemukan pelaku teror dan memprosesnya secara hu­kum. Sebab kalau dibiarkan, akan muncul teror serupa.

Faktanya, teror terhadap KPK, tak hanya ditujukan ke­pada pimpinan lembaga anti rasuah tersebut. Namun juga kepada penyidik, bahkan pega­wai KPK. Kasus teror terhadap salah satu penyidik senior KPK, Novel Baswedan adalah salah satu buktinya. Karena teror sebelumnya tak terungkap, pelaku merasa aman. Kami minta terus mengusut dan segera menemukan pelaku dan dalang teror yang menimpa Novel Baswedan,” katanya.

Menurut Wasanti, pembi­aran terhadap serentetan ka­sus teror terhadap KPK, akan semakin meningkatkan keper­cayaan diri pelaku. Dan, kalau ini tak diusut tuntas, bakal mendegradasi kepercayaan masyarakat, terutama kepada institusi Polri.

“Kami juga minta negara memberi perlindungan lebih kepada Pimpinan KPK dan ke­luarganya. Serta memastikan kondisi kondusif dan aman selama tahun politik,” ujarnya.

Terakhir, Seknas FITRA ber­sama lembaga penggiat anti korupsi dan elemen masyara­kat lainnya, kata dia, am terus mendukung komisi anti radi­asi dalam menjalankan tugas maha berat memberantas ko­rupsi di Indonesia

sumber: http://www.koran-jakarta.com/publik-apresiasi-tim-gabungan-polri/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *