Financial Framework

In the 5 years from 2007 to 2011 FITRA recorded quite significant annual revenue growth, particularly in the last three years (2009-11).  In 2007 FITRA’s revenue was only Rp 461.94 million; by 2011 that figure had risen to Rp 8.1 billion, an increase of 2 000%.

This increase in revenue resulted in a rise in net assets (revenue less expenses) of similar proportions, viz. a 16 fold (or 1 600%) increase.  In line with its increased revenue, FITRA’s financial position developed very satisfactorily.  While total assets were Rp 104.9 million in 2007, by 2011 they had risen to Rp 3.11 billion. This situation came about, of course, because of ever increasing levels of donor confidence in FITRA’s durability and credibility as a civil society organization playing an important role in advocating budget transparency and pro-people budgeting.

Dalam kurun waktu 5 tahun dari tahun 2007-2011 FITRA telah membukukan pertumbuhan pendapatan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun, khususnya pada 3 tahun terakhir yaitu periode 2009-2011. Jika pada tahun 2007 FITRA hanya mengumpulkan pendapatan sebesar Rp 461.938.450,00 maka pada tahun 2011 pendapatan yang dikumpulkan meningkat menjadi Rp 8.045.431.245,00 atau naik 20 kali lipat atau 2000%.

Kenaikan pendapatan tersebut mengakibatkan kenaikan aset bersih (pendapatan dikurangi beban) dengan proporsi yang hampir sama yaitu 16 kali lipat atau 1600%. Seiring dengan peningkatan pendapatan dalam kurun waktu tersebut, posisi keuangan FITRA juga mengalami peningkatan yang cukup menggembiarakan Jika total aset pada tahun 2007 sebesar Rp 104.886.990,00 maka pada tahun 2011, mencapai Rp. 3.110.517.247,00. Hal-hal tersebut tentu saja diakibatkan oleh semakin meningkatnya kepercayaan para donor akan eksistensi dan kredibilitas FITRA sebagai organisasi masyarakat sipil yang cukup berperan dalam mempromosikan transparansi anggaran yang pro rakyat.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.