Millennium Development Goals (MDG’s) considered as an inclusive approach in

fulfilling human rights, its consist of eight Millennium developments namely

1) Eradicate Extreme Poverty and Hunger;

2) Achieve Universal Primary Education;

3) Promote Gender Equality and Empower Women) Combat HIV/AIDS, malaria and

Other Diseases;

4) Reduce Child Mortality;

6) Improve Maternal Health;

7) Ensure Environmental Sustainability; and

8) Develop a Global Partnership for Development.

Next, these 8 goals described in 18 targets and 52 related indicator which is to be implemented for 25 years within 1990 and 2015. The leading government program policy for five years required to be evaluated for its implementation, whether on allocation or achievement of MDGs target. It is expected that through evaluation, the progress of the MDGs program would be visible, so that it would support stimulus for the government to be more concrete and focus in eradicating extreme poverty and hunger. Considering of the public stance in their expectation of the government’s global commitment and their

anxiety of the economical-politic reality whereas ex-MDGs Budget Evaluation

1. Membentuk Kelembagaan yang berfungsi mengkoordinasikan Kementerian/Lembaga yang terkait langsung dengan pencapaian target-target MDGs.

2. Mengintegrasikan target-target indicator pencapaian MDGS sebagai indicator kinerja perencanaan penganggaran di tingkat Nasional dan daerah. Target MDGs menjadi program prioritas nasional, sebagai dasar penyusunan arah kebijakan fiscal dan nota keuangan.

3. Menerapkan Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah untuk program-program pencapaian MDGs yang meliputi Penanggulangan Kemiskikan, Pengurangan Gizi Buruk dan Kurang, Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Bayi, Penanganan HIV dan Sanitasi.

4. Meningkatkan Dana Perimbangan khususnya Dana Alokasi Khusus berdasarkan target-target pencapaian MDGs. Besarnya DAK dirumuskan berdasarkan variable tingkat rendahnya pencapaian target MDGs untuk mengatasi kesenjangan pencapaian target MDGs antar daerah.

5. Memberikan perhatian khusus terhadap 20 daerah-daerah yang pencapaian target MDGs-nya dibawah rata-rata Nasional.

6. Memberikan insentif fiskal bagi daerah-daerah yang mampu mencapai target MDGs dan yang berhasil menerapak system jaminan sosial yang menyeluruh.

7. Mensinergikan anggaran penanggulangan kemiskinan dan memperbesar proporsi dalam bentuk dana perimbangan di daerah. Persoalan utama anggaran kemiskinan saat ini adalah efektivitas dan efisiensi alokasi angaran.

8. Mengimplementasikan anggaran responsive jender dan pro poor budget dalam perencanaan penganggaran di tingkat Nasional dan Daerah.

9. Meningkatkan alokasi anggaran kesehatan minimal 5% dari PDB. Saat ini pengeluaran kesehatan Indonesia terendah di kawasan Asia Tenggara, bahkan hanya 1/3 dari anggaran kesehatan Filipina yang Strategi Akselerasi Pencapaian Target MDG’s 2015 berada diurutan kedua terendah.

10. Memperbaiki system data base kependudukan sebagai basis data pencapaian indicator MDGs dan penggunaan data terpilah berdasarkan gender. Indikator MDGs khususnya kematian Ibu dan anak merupakan data yang paling tidak up to date memiliki banyak versi.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.