Latar Belakang Pendirian

Bahwa pada hakekatnya, anggaran negara merupakan alat untuk menciptakan dan menjamin kesejahteraan seluruh rakyat. Karena itu dalam setiap proses penyusunan dan penetapannya, rakyat memiliki hak penuh untuk terlibat, sehingga tercipta anggaran negara sebagai manifestasi dari prinsip-prinsip kedaulatan rakyat dan keadilan sosial.

Selama ini penyusunan, pembahasan, penetapan dan pelaksanaan anggaran dilakukan secara tertutup hanya melibatkan segelintir orang dan tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. Selain itu, anggaran negara dianggap sebagai domain pemerintah, sehingga rakyat diposisikan hanya sebagai objek. Hal itu menyebabkan terjadinya anggaran negara yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan rakyat.

Atas dasar itu, Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) didirikan dalam rangka menuntut dipenuhinya hak-hak rakyat untuk terlibat dalam seluruh proses penganggaran, mulai dari proses penyusunan, pembahasan, pelaksanaan anggaran sampai pada evaluasinya. Fitra bersama seluruh komponen rakyat membangun gerakan transparansi anggaran hingga terciptanya anggaran negara yang memenuhi kesejahteraan dan keadilan rakyat.

FITRA berdiri pada September 1999 yang diprakarsai oleh aktivis LSM dan kalangan intelektual di Jakarta yang konsen pada isu demokratisasi, khususnya otonomi daerah dan good governance, yang mulai marak sejak Indonesia memasuki era transisi demokrasi.

Bergulirnya reformasi, berkonsekuensi terhadap  mengemukanya tuntutan akan good governance sebagai prinsip bernegara. Anggaran sebagai instrumen pemerintah mensejahterakan rakyatnya, menjadi tuntutan berbagai pihak. Di awal reformasi, anggaran masih dianggap rahasia Negara dan merupakan domain birokrasi. Rakyat dianggap tidak perlu tahu penganggaran yang dilakukan oleh Negara. Sehingga hak-hak rakyat yang memiliki kedaulatan terhadap anggaran Negara, masih diabaikan dalam kebijakan angaran.   Latar belakang ini yang menjadi dasar berdirinya FITRA  sebagai pionir gerakan advokasi anggaran pada bulan September 1999.

Dalam melakukan gerakan advokasi anggarannya, FITRA telah mendapatkan kepercayaan dari beberbagai lembaga donor. Sejak tahun 2000 sampai saat ini, FITRA mendapatkan dukungan pendanaan dari The Ford Foundation. Untuk tahun 2009 sampai dengan 2010, FITRA memperoleh pendanaan dari The Ford Foundation sebesar 531,594 US$ dalam melakukan program Strategic Alliance Poverty Alleviation, di 6 daerah dan tingkat Nasional. The Asia Foundation, juga memberikan dukungan terhadap FITRA sejak tahun 2002 melalui program gender budget responsive dan advokasi anggaran.  Pada tahun ini, FITRA memperoleh pendanaan dari The Asia Foundation sebesar 234,554 US$ untuk melakukan program local budget index di 41 daerah. Pada tahun 2008 sampai dengan 2009, FITRA juga mendapatkan kepercayaan dari DRSP-USAID dalam melakukan program “Encourage Transparency And Accountability of Election Budget And Logistic Management In KPU (Indonesian National Election Comission)” dengan dukungan sebesar 85,990 US$. Selain lembaga-lembaga donor di atas, FITRA juga mendapatkan dukungan pendanaan dari Partnership, Yayasan Tifa, HIVOS, UNMC dan Uni Eropa.