Analisis Umum Terhadap KUA dan PPAS TA 2010 Kabupaten Lombok Barat

<!--:id-->Analisis Umum Terhadap KUA dan PPAS TA 2010 Kabupaten Lombok Barat<!--:-->


Perda No. 5 tahun 2009 tentang RPJMD disebutkan bahwa Visi Lombok Barat adalah Terwujudnya Masyarakat Lombok Barat Yang Maju, Mandiri dan Bermartabat dengan dilandasi nilai-nilai Patut Patuh Patju, dengan 6 misi turunannya. Kemudian Visi dan misi tersebut diterjemahkan dalam Dokumen KUA TA 2010 menjadi 6 program/kegiatan prioritas, yaitu (1) Peningatan Kwalitas SDM (2) Percepatan Pembangunan Infrastruktur (3) Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat (4) Penyelesaian infrastruktur pemerintahan (5) Peningkatan Produktivitas Pertanian, Kehutanan, Perikanan dan kelautan (6) Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat ( Industri kecil dan UKM) (KUA Lobar TA 2010 hal. 24) dengan mengarahkan secara optimal semua belanja daerah TA 2010. (Baca; PPAS TA 2010, BAB II Hal 8), sebab tahun 2010 hanya ada 6 Masalah utama yang dihadapi Lombok Barat, yaitu (1) Rendahnya kualitas SDM (2) Rendahnya kemampuan pelayanan infastruktur daerah (3) rendanya derajat kesehatan dan ststus gizi masyarakat (4) Belum terlaksananya tata kelola pemerintahan secara baik (Goodgovernance) (5) Rendahnya pengelolaan sumberdaya alam dan lngkungan hidup (6) Rendahnya pertumbuhan ekonomi (KUA Lobar 2010 Hal. 21-22).

Visi dan Misi Lombok Barat yang demikian ambisius akan dicapai dalam 5 tahun ke depan secara bertahap, disesuaikan dengan kemampuan keuangan untuk belanja daerah. Namun dalam hal ini, ditetapkan 6 perioritas pembangunan dalam KUA dan 6 perioritas belanja dalam PPAS. Secara redaksional, antara 6 Prioritas dalam KUA dan PPAS tersebut terdapat perbedaan yang bisa disalah maknakan, atau menjadi bahan berkelit dalam mengalokasikan anggaran secara sepihak. Kemudian dengan memperhatikan jumlah Belanja Daerah yang diprediksikan sebesar Rp.620.006.637.804 dengan alokasi Belanja Tidak Langusngnya mecapai Rp.475.317.727.804 (76,66%), maka sangat mustahil bisa mewujudkan 6 program prioritas ini hanya dengan mengandal dana yang teralokasikana dalam Belanja Langsung sebesar Rp. 144.688.910.000 (23,34%).

Oleh karena itu, kami berpendapat sebaiknya Prioritas Pembangunan Daerah dan arah Belanja Anggaran tahun 2010 diarahkan pada  3 prioritas utama, yaitu;

  1. Peningatan Kwalitas SDM yang di dalamnya diarahkan pada pememrataan akses dan peningkatan kwalitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.
  2. Percepatan Pembangunan Infrastruktur, yang diarahkan untuk percepatan pembangunan insfratsruktur dasar di pedesaan dan Kantor Pemerintahan.
  3. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, yang diarahkan pada penciaptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.