Jakarta, 31 Mei 2022 – Perusahaan bir merek Heineken menjadi perbincangan menjelang acara balapan mobil listrik Formula E Jakarta yang bakal digelar pada 4 Juni 2022. Hal ini tidak terlepas dari pro kontra soal Heineken yang menjadi salah satu sponsor di ajang balapan internasional tersebut. Selain itu, sampai saat ini Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan beserta jajarannya dan panitia penyelenggara Jakarta E-Prix belum juga memberikan penjelasan secara transparan perihal siapa saja pihak yang menjadi sponsor dalam acara Formula E beserta dana yang diterima.

Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mengkritik karena sejak awal Formula E dinilai sudah tidak transparan dalam berbagai macam hal. Misalnya soal dana APBD yang digunakan untuk commitment fee. “Dari awal penyelenggaraan Formula E ini sudah tidak transparan, misalnya polemik besaran dana APBD yang digunakan untuk commitment fee, dan sekarang [masalah] sponsor,” kata Sekjen FITRA, Misbah Hasan kepada reporter Tirto, Senin (30/5/2022). Sejak awal, Pemprov DKI telah membayar commitmen fee Formula E sebesar Rp560 miliar menggunakan APBD DKI. Namun, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan rekomendasi agar Pemprov DKI mencari dana dari pihak ketiga yakni sponsor. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga meminta agar Pemprov DKI tidak menggunakan APBD dalam acara Formula E. Akhirnya, Pemprov DKI menyatakan bahwa dana untuk Formula E diperoleh dari sponsor, sehingga tidak menggunakan bujet APBD Jakarta. “Jadi semuanya hanya dari Jakpro dan sponsor, dengan track yang permanen sehingga dapat digunakan untuk berbagai event autosport sepanjang tahun,” kata Ketua Pelaksana E-Prix, Ahmad Sahroni dalam konferensi pers yang digelar di Ancol, Jakarta Utara, pada 22 Desember 2021. Untuk pembangunan trek sendiri, PT. Jakpro sudah menghabiskan dana sebesar Rp60 miliar.

Seiring berjalannya waktu, kurang dari satu bulan menuju perhelatan, nama-nama sponsor Formula E belum juga terpampang. Ketua Fraksi PSI di DPRD DKI, Anggara Wicitra pun menyatakan hal ini memunculkan banyak pertanyaan terkait validitas keberadaan sponsor ini. “Kalau tinggal kurang dari tiga minggu belum ada logo sponsor, sangat mungkin sponsornya gaib atau tidak nyata,” kata Anggara melalui keterangan tertulis, Rabu, 15 Mei 2022. Akan tetapi, saat itu Ketua Pelaksana Jakarta E-Prix, Ahmad Sahroni berdalih banyak sponsor yang keberatan dengan publisitas. Ia pun menyatakan sponsor lokal maupun global bakal dirilis seminggu sebelum acara Formula E digelar sebagaimana yang disepakati kedua belah pihak. “Kebijakan tentang perilisan siapa sponsor lokal ini bukan hanya kewenangan dan kebijakan OC, namun harus berkordinasi dengan kebijakan dari FEO, mengingat ada sponsor-sponsor global juga,” kata Sahroni kepada wartawan, Rabu (18/5/2022). Keesokan harinya, Kamis (19/5/2022), Sahroni mengumumkan sejumlah bidang usaha yang menjadi sponsor Formula E, yaitu dari bank lokal dan nasional, perusahaan telekomunikasi, elektronik, kesehatan, otomotif, serta makanan minuman. Namun, hanya produk kecantikan MS Glow saja yang diberitahu, sementara Sahroni tidak mau menyebut secara detail nama-nama sponsor lainnya. Untuk mencari dukungan dana, Sahroni pun berharap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi sponsor acara balapan mobil listrik Formula E. Pasalnya, saat ini belum ada perusahaan pelat merah yang menjadi sponsor acara tersebut. Sekjen Ikatan Motor Indonesia (IMI) itu mengaku telah mengajukan sponsor secara langsung ke Menteri BUMN, Erick Thohir pada 9 Mei lalu setelah Presiden Joko Widodo mengunjungi sirkuit Formula E di kawasan Ancol. Pada Sabtu, 28 Mei 2022, Sahroni pun mengatakan sudah ada tujuh sponsor Formula E, yakni Erafone, Bank Arta Graha Internasional, Hotel Discovery Ancol, Gulavit, Electronic City, Paprika, dan MS Glow for Men. Namun, Sahroni tidak memberikan detail nilai kontrak atau nominal total sponsor. Dia mengatakan perusahaan kosmetika itu memberikan sponsor senilai Rp5 miliar. Lalu sponsor sebesar Rp100 miliar dari salah satu konsorsium perusahaan hiburan. Sedangkan sponsor utama Formula E secara global sebagaimana disampaikan melalui laman resmi di antaranya Tag Heuer, pengiriman DHL, maskapai Saudia, perbankan Allianz, BOSCH, Enel x Way, BOSS, Copper.co, Antovagasta Mineral dan perusahaan bir Heineken dan Moet & Chandon.

Desakan Transparansi Sponsor Sekjen FITRA, Misbah Hasan mendesak agar Pemprov DKI dan panitia penyelenggara transparan mengenai jumlah sponsor dan besaran dana yang diterima. Hal itu sebagaimana diatur Undang-Undang Noomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP). “Bila tidak transparan, jelas menyalahi UU KIP sendiri,” kata Misbah. Misbah mengatakan, transparansi jumlah dan besaran dana yang dikucurkan sponsor yang telah masuk sangatlah penting. Bukan hanya untuk masyarakat, pihak sponsor juga membutuhkan keterbukaan ini. Penyelenggara juga harus memisahkan sumber pendanaan dari APBD DKI, sponsor, dan dana talangan agar auditable. “Bila tidak, dikhawatirkan akan jadi temuan BPK dan terindikasi adanya potensi penyimpanan,” tuturnya. FITRA menyatakan seharusnya Pemprov DKI dan penyelenggara Formula E memiliki dasboard atau website yang setiap saat bisa diakses oleh masyarakat terkait besaran anggaran yang sudah digunakan, pendapatan dari penonton, dan juga dari sponsor. “Katanya DKI punya SMART APBD? Mana? Harusnya event besar seperti ini memaksimalkan platform tersebut, bukan informasi parsial yang diberikan kepada publik,” kata dia. Hal senada diungkapkan Ketua Fraksi PSI di DPRD DKI, Anggara Wicitra. Ia menyindir hingga saat ini Pemprov DKI dan penyelenggara secara konsisten tidak transparan dalam menggelar Formula E. Dia pun mendesak agar penyelenggara Formula E melakukan transparansi, sebab sebagian besar anggarannya, yakni commitmen fee Rp560 miliar menggunakan APBD yang merupakan uang rakyat. Dia juga mempertanyakan mengenai besaran dana sponsor dari brand lokal maupun internasional yang juga belum transparan. “Seluruh kontrak kerjasa manya harus dibuka kepada DPRD DKI, transparan,” kata Anggara kepada reporter Tirto, Senin (30/5/2022). Akibat Pemprov DKI dan panitia penyelenggara tidak transparan sejak awal, maka Anggara menyatakan Fraksi PSI di DPRD DKI kemungkinan besar akan tetap melayangkan hak interpelasi setelah Formula E Jakarta tahun pertama ini selesai. “Interpelasi masih terbuka lebar agar kegiatan transparan untuk publik,” kata dia.

Respons Penyelenggara Formula E Vice Managing Director Formula E Jakarta, Gunung Kartiko memastikan bahwa sponsor lokal ajang balap mobil listrik akan bertambah. Dia pun berjanji akan mengumumkan nama sponsor tersebut pada Selasa (31/5/2022). “Namun sampai hari ini itu masih perusahaan swasta nasional, jadi BUMN belum ada,” kata Gunung di Jakarta Pusat, Senin (30/5/2022). Akan tetapi, kesempatan kerja sama sponsor dengan perusahaan-perusahaan lokal masih dibuka hingga Jumat, 3 Juni 2022 atau sehari sebelum balapan digelar pada 4 Juni 2022. Sementara terkait polemik sponsor perusahaan bir Heineken, Ahmad Sahroni mengklaim perusahaan bir tersebut bukan sponsor resmi Formula E. Dia mengatakan Heineken merupakan sponsor global FEO. “Perlu ditegaskan bahwa tidak ada penjualan bir dan logo perusahaan bir di ajang Jakarta E-Prix. Selain itu perlu diketahui juga bahwa Heineken adalah sponsor global FEO, yang hadir dalam seluruh seri balapan Formula E di berbagai kota, termasuk di Diriyah, Arab Saudi,” kata Sahroni dalam keterangannya, Jumat (27/5/2022). Sahroni menjamin bahwa tidak akan ada penjualan bir maupun logo Heineken di area sirkuit Jakarta E-Prix. Pasalnya, FEO selaku pihak penyelenggara dan Heineken telah berkomitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai masyarakat di negara atau kota yang menjadi host E-Prix. “Kami sudah bersepakat bahwa tidak akan ada logo Heineken di area sirkuit. Selain itu, tidak akan ada penggunaan campagne beralkhohol dalam acara penyerahan piala juara. Logo diganti dengan tagline berbunyi When you drive, never drink,” kata dia.

Sumber: https://tirto.id/polemik-merek-bir-jadi-sponsor-formula-e-pentingnya-transparansi-gssf