Studi Indeks Tata Kelola Hutan dan Lahan Daerah ini dimaksudkan sebagai alat untuk mengukur tata kelola hutan dan lahan tingkat kabupaten secara detil dan spesifik, mendiagnosa kekurangan yang paling penting untuk ditangani, dan membandingkan antara daerah agar praktek yang teladan dapat menjadi contoh. Indeks ini dapat juga dilakukan pada tahun-tahun berikutnya untuk mengukur perkembangan tata kelola hutan dan lahan untuk masing-masing kabupaten. Dengan demikian, studi ini merupakan bagian penting dari keterlibatan masyarakat sipil dalam tata kelola pemerintahan, khususnya di tingkat daerah.

Studi Indeks Tata Kelola Hutan dan Lahan Daerah ini merupakan bagian dari Program SETAPAK, yang didanai United Kingdom Climate Change Unit (UKCCU). Program SETAPAK bertujuan untuk meningkatkan tata kelola hutan dan lahan di Indonesia dalam rangka mendukung penurunan emisi gas rumah kaca di Indonesia. Untuk itu, Program SETAPAK mendukung upaya LSM-LSM di Indonesia yang dapat berperan dalam tata kelola hutan dan lahan, termasuk dalam memperdebatkan kebijakan pemerintah dan mengawasi pelaksanaannya agar lebih efektif untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Tata kelola hutan dan lahan di tingkat kabupaten merupakan bagian yang sangat penting dalam mengendalikan dampak sosial dan dampak lingkungan dari kegiatan ekonomi di sektor pertambangan, perkebunan, dan kehutanan. Dengan wewenang yang ada di tingkat kabupaten, tata kelola hutan dan lahan di tingkat kabupaten akan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan upaya-upaya pemerintah dalam hal penurunan angka deforestasi, penurunan emisi gas rumah kaca, pelestarian sumber daya alam, dan keadilan sosial dan ekonomi dalam pemanfaatan sumber daya alam bagi rakyat Indonesia.

Kami ucapkan terima kasih kepada UKCCU atas dukungannya terhadap studi ini. Selamat juga kami ucapkan kepada ICEL, Seknas Fitra, seluruh tim peneliti, dan tim penulis studi ini atas kontribusinya. Kami juga berterima kasih kepada para peneliti di lapangan. Tidak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada Prayekti Murharjanti, Alam Suryaputra, dan Frans Siahaan dari the Asia Foundation yang telah memberikan berbagai masukan dan menyunting hingga hasil studi ini dapat diterbitkan.

Semoga hasil studi ini bermanfaat untuk perbaikan pengelolaan hutan dan lahan sehingga sumber daya alam dapat dilestarikan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Kami menyadari bahwa hasil studi ini masih memiliki banyak kekurangan. Karena itu saran dan kritik dari pembaca senantiasa kami sambut dengan baik untuk perbaikan ke depan

Penulis:
R. Alam Surya Putra

Dukungan:
The Asia Foundation

Tahun:
2013