Skip to main content

Kawasan pesisir Surabaya, terutama Kampung Nambangan dan Cumpat, menghadapi tantangan serius terkait pemenuhan akses air bersih, sanitasi layak, dan pengelolaan sampah. Meskipun capaian kota secara umum menunjukkan kemajuan dengan 90,78% rumah tangga memiliki akses air minum layak dan 80,92% memiliki sanitasi layak, hanya 7,5% yang menikmati air minum aman dan 10,16% yang memiliki sanitasi aman (BPS, 2022). Kondisi ini menunjukkan kesenjangan yang cukup besar antara wilayah perkotaan dan pesisir, yang berdampak pada kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.

Hasil pemetaan lapangan di wilayah pesisir menunjukkan bahwa sekitar 61% rumah tangga menggunakan air yang relatif aman (tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna), sementara sisanya masih bergantung pada air beli eceran atau sumber tidak layak. Sebagian besar rumah tangga telah memiliki jamban, namun banyak yang tidak memenuhi standar sanitasi, dengan pembuangan limbah langsung ke laut atau tambak. Sistem IPAL komunal di beberapa lokasi tidak berfungsi optimal karena perawatan yang kurang dan minimnya partisipasi warga. Selain itu, tidak adanya sistem pengelolaan sampah yang memadai menyebabkan sebagian warga membuang sampah ke pantai atau selokan Analisis terhadap APBD Kota Surabaya tahun 2025 menunjukkan bahwa anggaran sektor WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) mencapai sekitar 19,3% dari total belanja daerah, tersebar pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Dinas Pekerjaan Umum (PU). Namun, porsi terbesar dari anggaran tersebut masih diarahkan untuk infrastruktur fisik seperti jalan dan bangunan, sementara investasi langsung pada penyediaan air bersih, sistem sanitasi, dan pengelolaan sampah masih relatif kecil. Tantangan utama yang dihadapi adalah ketimpangan layanan WASH antar wilayah, rendahnya keterlibatan masyarakat—khususnya perempuan pesisir—dalam pengambilan keputusan, serta belum optimalnya tata kelola dan koordinasi antar-dinas. Tanpa kebijakan yang inklusif dan partisipatif, ketimpangan layanan WASH dapat terus melebar.

Rekomendasi utama:
1.Perluasan cakupan air bersih dan revitalisasi IPAL komunal berbasis masyarakat.
2.Penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis ekonomi sirkular.
3.Pengarusutamaan gender dan pelibatan perempuan dalam program WASH.
4.Penguatan tata kelola lintas sektor dan pembiayaan berkelanjutan berbasis data.