Oleh: KOALISI KUSUKA NELAYAN

Pesan Kunci:
90% Nelayan merupakan kategori nelayan kecil dengan 11,34% Nelayan hidup dibawa garis kemiskinan. Sementara pembelian bahan bakar mencakup 60-70% biaya melaut, karenanya dukungan negara terhadap bahan bakar melaut dapat meningkatkan pendapatan Nelayan dan Nilai Tukar Nelayan.

82 % nelayan kecil tidak memiliki akses terhadap BBM bersubsidi karena kerumitan persyaratan adminstrasi perikanan, akses terhadap stasiun pengisian bahan bakar dan ketidaktahuan program solar bersubsidi. Redahnya akses nelayan terhadap BBM bersubsidi berakibat pada rendahnya serapan solar bersubsidi sebesar 26% dalam 5 tahun terakhir (2016-2020).

Solar bersubsidi tidak tepat sasaran lebih banyak dinikmati golongan menegah ke atas. Secara global subsidi sektor perikanan lebih banyak dinikmati sektor perikanan skala besar (industry) dibandingkan nelayan skala kecil.

Pemerintah perlu melakukan reformasi belanja BBM bersubsidi pada sektor perikanan dalam bentuk belanja bantuan sosial langsung kepada nelayan kecil dengan memanfaatkan kartu ekusuka yang teringrasi dengan program lainnya (BBM, perbankan, asuransi).

Program bantuan sosial langsung subsidi lebih tepat sasaran, meningkatkan kesejahteraan nelayan skala kecil dan dapat mengatasi kerumitan persyaratan administrasi, serta memberikan insentif kepada nelayan untuk beralih ke energi terbarukan.