Salam Transparansi,
Program SETAPAK, yang didanai United Kingdom Climate Change Unit (UKCCU), bertujuan untuk meningkatkan tata kelola hutan dan lahan di Indonesia, dalam rangka mendukung penurunan emisi gas rumah kaca di Indonesia. Studi ini merupakan bagian dari upaya itu, sebagai instrument pengawasan yang dikembangkan oleh masyarakat sipil untuk mengkaji dan mengevaluasi proses pengelolaan hutan dan lahan dalam perspektif anggaran.

Anggaran dapat dipergunakan sebagai indikator untuk mengukur komitmen dan keberpihakan pemerintah daerah dalam upaya memperbaiki tata kelola hutan dan lahan. Sebagian besar pendapatan daerah bersumber dari Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam (DBH – SDA), tetapi redistribusi kebijakan melalui belanja daerah sebagian besar justru dialokasikan untuk program diluar isu keberlanjutan lingkungan (environmental sustainability).

Kebijakan pendapatan daerah yang mengandalkan sumber daya alam sebagai sumber penerimaan terbesar, akan berdampak kepada terjadinya peningkatan kegiatan industri berbasis hutan dan lahan di daerah tersebut. Di samping itu, di era desentralisasi telah terjadi fenomena penyebutan daerah kaya yang selalu dikonotasikan dengan daerah yang berhasil mengelola, memanfaatkan dan mengeksploitasi cadangan minyak bumi, tambang batubara dan kawasan hutan sehingga menghasilkan dana bagi hasil yang besar setiap tahun.

Sektor kehutanan, penataan ruang dan lingkungan hidup di tingkat pemerintah provinsidan pemerintah kabupaten hanya mendapatkan alokasi sebesar rata-rata 1 persen dari total belanja daerah dalam empat tahun terakhir (2009-2012). Alokasi tersebut bahkan jauh lebih kecil dibandingkan belanja bantuan sosial dan hibah yang mencapai angka lebih dari 10 persen.

Dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola hutan dan lahan di Indonesia, telah diyakini bahwa memperbaiki kebijakan anggaran memiliki peran cukup strategis. Kebijakan pendapatan yang responsif akan berkontribusi untuk mencegah terjadinya kegiatan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. Kebijakan belanja yang efisien, efektif dan tepat sasaran akan mendukung upaya pencegahan deforestasi, rehabilitasi hutan lahan, pencegahan eksploitasi dan optimalisasi produksi perkebunan untuk menghindari pembukaan lahan baru di dalam kawasan hutan.

Atas tersusunnya laporan ini kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada UKCCU atas dukungannya terhadap program SETAPAK dan studi ini khususnya. Tak lupa kepada para peneliti di nasional dan daerah atas kerja kerasnya untuk mendapatkan data dan menganalisisnya. Semoga studi ini bermanfaat untuk perbaikan pengelolaan hutan dan lahan yang lebih baik

Penulis:
Hadi Prayitno, Ahmad Taufik, Rizka Fitriyani, R. Alam Surya Putra

Dukungan:
The Asia Foundation

Tahun:
2013

ISBN:
978–602–96350–5–8